Mencoba Mengambil Kesimpulan

Tulisan Terbaik Bulan Ini

Today we begin to understand what love must be.
When we are parted, we each feel the lack of the other half of ourselves.
We are incomplete like a book in two volumes of which the first has been lost.
 
That is what we imagine love to be: incompleteness in absence.

Ditulis dalam sastra

soulmate

November 15, 2007
1 Komentar

Ketika engkau datang
Mengapa di saat ku
Tak mungkin menggapaimu

Meskipun tlah kau semaikan cinta
Dibalik senyuman indah
Kau jadikan seakan nyata
Seolah kau belahan jiwa

Meskipun tak mungkin lagi
Tuk menjadi pasanganku
Namun ku yakini cinta
Kau kekasih hati

Terkadang pintu surga
Sukar dimengerti
Semua ini kita terlambat

by Kahitna


Ditulis dalam sastra

INDONESIA TIDAK ADA TERORIS

Juli 12, 2007
& Komentar

Teman-teman siapa yang sudah menonton film DIE HARD 4? wah pastinya banyak yah? Seru, menegangkan dan cool tentunya itu yang muncul di mulut kita setelah melihatnya, hahahaa tapi ga sedikit yang merasa ngeri dan terancam, sedikit berandai-andai dengan tindakan teroris yang digambarkan dalam film itu, membajak dan mmbuat semua kegiatan public di negara paman sam itu kacau balau.. bagaimana jadinya jika teroris tersebut terjadi di Indonesia ini, negri tercinta kita wih bisa dibayangkan serem. Seperti yang terjadi dalam film itu dimana saat terjadi kekacauan lalu lintas yang sangat luar biasa karena lampu lalu lintas yang rusak, pembajakan saluran televisi dan saran publik lainnya, listrik di seluruh negri dimatikan dsbnya.

Saya rasa ga cuma kita yang watir kalo itu terjadi di negara kita, negara lain pun sangat ketakutan dengan hal2  seperti itu.

tapi menrut teman ku ada kabar gembira buat Indonesia,

apakah itu?

bahwa hal2 seperti itu ga akan membuat bangsa Indonesia takut,

loh mengapa bisa begitu?

yah karena seandainya terjadipun maka org Indonesia ga perlu watir dan merasa terancam dengan aksi teror seperti itu, coba bayangkan,

1. bukannya udah biasa tuh lampu merah di jalanan sekitar kita mati/rusak berhari-hari? bahkan ga rusakpun kita tidak terlalu pedulikan?

2. mati listrik bukanlah hal yang menjadi tragedi buat bangsa kita, bayangkan saja kita sering sekali kan mati lampu, tanpa sebab atau alasan atau ga jarang juga yang tanpa pemberitahuan? jad benarkan kita ga takut?

3. lalu kalo di US org takut tidak bisa kontak 911 nya karena salurannya dibajak, maka di Indonesia ga akan jadi problem, karena tanpa dibajakpun telpon layanan publik kita ga jarang tidak digunakan efektif? bahkan kadang dilayani dengan asal-asalan..

4. dsbnya 

(hahhaaa kali ini teman-teman sudah mulai sedikit mengerti bukan, dan saya rasa anda mulai tersenyum dengan kondisi Indonesia kita bukan? hehehehe)

nah dengan alasan2 diatas saja saya rasa sudah cukup membuat para teroris berpikir dua kali melakukan aksi teror seperti di film Die hard 4 bukan? seandainya nih kalo ternyata teroris masih mau mencoba melakukan hal2 tersebut maka, teroris akan merasa lebih frustasi lagi karena pada saat meminta tebusan kenegara (Presiden) maka akan dijawab dan direspon lama karena Presiden akan berkonsultasi dulu dengan DPR (jangan sampai nanti putusan beliau akan di interplasi karena bertindak ceroboh) kebayangkan teroris akan nunggu lama untuk itu.

(hahahaa, saya rasa anda mulai benar-benar tertawa kali ini)

 nah seandainya lagi sang teroris org sabar yang menunggu, dan akhirnya dia akan mendapat uang tebusan dari negara, maka ia akan benar2 shiok.. karena bisa saja tebusannya itu akan dimintakan pembayaran bertahap alias dihutang (taukan kebiasaan pinjaman negara, hehehe), belum lagi teroris akan harus membagi / menyediakan sejumlah uang dari hasil terornya untuk mebagi pada oknum2 pejabat korup berperut buncit agar uang tebusan tersebut bisa lebih cepat cair… (taukan di sini gituloh, ktp aja bayar…)

Setelah uang teroris tersebut diperoleh (setelah potong sana potong sini) kini tiba gilirannya si teror akan kerepotan karena didatengi oleh oknum pejabat kantor pajak dan dikenakan biaya siluman pajak yang jumlahnya cukup bikin serangan jantung teroris kumat.

(wah-wah hahahahhaaa kali ini aku benar-benar tertawa ga tahan menceritakannya)

Kini teman-teman sudah taukan mengapa di Indonesia teroris seperti dalam film die hard4 tidak mungkin ada… alias si teroris akan berpikir beribu-ribu kali, mungkin gini kali yang digumamkan “gile udah neror susah dan resiko tinggi, dapetnya ga seberapa belom pusing ma yang gitu-gitu… udah ah ogut males” hahhahahahhaaaaaaaaa

So amankan di Indonesia?

Pesan Moral : apakah separah itu bangsa kita? siapa yang masih peduli untuk Indonesia?


Ditulis dalam Kritik sosial

Iklan Lowongan Masyarakat

Mei 28, 2007
& Komentar

Saya ada membaca iklan lowongan pekerjaan, sangat menarik mungkin anda berminat? silakan membaca/mungkin merasa berkepentingan untuk menambahkan syarat2nya? mudah kirimkan komen anda…. good luck…. heheheheee……

 IKLAN LOWONGAN KERJA 

Kami adalah sebuah bangsa besar yang sedang berkembang mencari orang-orang yang tidak harus berpendidikan tinggi namun tahu cara hidup yang sehat jiwa, untuk ditempatkan dalam posisi :

1. Pemerintahan (dari posisi Presiden s/d Ketua RT) Syarat :

     - Peka dan berorientasi memperhatikan kepentingan bangsa dan masyarakat

     - Menjunjung tinggi hukum dibandingkan kepentingan politik (harus)

     -  Reformis dan Anti Korupsi

     -  Mencintai rakatnya

     -  Menyukai uang kecuali uang rakyatnya

     -  Memiliki malu

     -  Dan bersedia mati demi bangsanya 

2. Politikus (dari parlement s/d jalanan)

Syarat :

     - Peka dan sangat memperhatikan kepentingan bangsa dan masyarakat

     - Menjunjung tinggi hukum dibandingkan kepentingan politik (harus)

     - Reformis dan Anti Korupsi

     - Mencintai rakyatnya

     - Menyukai uang kecuali uang rakyatnya

         -  Memiliki malu

      –  Memiliki etika dalam berpolitik sehingga tidak menyelesaikan masalah bangsa hanya 

      dengan kepentingan politik kelompoknya

     - Dan bersedia mati demi bangsanya 

3. Warga Negara yang baik

Syarat :

     - Bermoral dan berkelakuan baik

     - Mencintai bangsanya

     - Bersedia kontra dengan pejabat yang korup

     - Menyukai uang kecuali uang haram

     - Memiliki malu

     - Memiliki etika hidup dan bertanggung jawab atas kelangsungan penerusnya

     - Dan bersedia mati demi bangsanya 

Jika anda tidak tahu malu dan merasa cocok dengan salah satu posisi beserta dengan syaratnya maka kami tunggu
surat lamaran dan cv  lengkap selambatnya sebelum pemilu kami selanjutnya di alamat : 

Sekretariat Negara Republik Babak Belur Melulu

Sek_Neg@RBBM.net 


Ditulis dalam Kritik sosial

Bahwa moral bangsa kita mencemaskan??

Mei 28, 2007
1 Komentar

 Malam itu seperti biasa saya pulang dari kantor menuju rumah dengan menggunakan busway, dengan tenaga dan semangat yang hamper-hampir tidak ada saya memaksakan diri untuk terus berjalan menuju halte busway dekat kantor, setelah kurang lebih 20 menit menunggu saya akhirnya mendapatkan ruang untuk bisa naik kedalam bus tersebut, sempit memang dengan sedikit menabrak kanan dan kiri akhirnya sampailah saya dalam posisi terjepit diantara penumpang bus, disebelah kanan saya ada seorang laki-laki yah mungkin sekitar usia 37 tahun, dan samping kanan saya adalah wanita seusia dengan menggunakan jilbab, posisi kami berdiri berjejer bergantungan persis seperti mahluk yang hidup menggelanyut dari pohon ke pohon yang lain, di depan kami berjejer yang kebetulan para wanita yang mendapatkan tempat duduk. 

setelah sekian lama bus berjalan sampai pada akhirnya berhenti di sebuah pemberhentian, dan satu orang wanita yang semula duduk dihadapan kami berdiri dengan maksud turun dihalte tersebut, namun dengan sangat tiba-tiba belum sempat wanita itu berdiri sempurn, pria yang semula berdiri disisi kanan saya sudah menaruhkan hampir seperempat tubuhnya di atas kursi sang wanita, saat itupula kontan saya menepuk pundak sang pria (entah setan dari mana yang bisa membuat saya berani untuk melakukan itu, karena biasanya saya tidak terlalu mau mencampuri urusan orang lain) dan mengatakan “mas berikan saja kursi itu untuk embak yang disisi kiri saya”, karena saya perhatikan jika bergelantungan seperti saya tidaklah akan nyaman bagi kebanyakan wanita, namun sekali lagi seperti petir menyengat dan mematikan saya secara berdiri, pria itu tidak perduli dan tetap duduk serta memberikan pandangan, mengancam dan marah pada diri saya. 

Pada saat itu pula sontak saya hanya bisa diam, dan sesaat otak saya tidak bisa berpikir apa-apa, yang ada hanya adrenalin saya yang terpacu, nafsu untuk marah, nafsu untuk berteriak, nafsu untuk menangis, sesaat kemudian saya teringat kembali kejadian 3 bulan lalu, dimana pada saat itu saya dengan sombongnya memberikan alasan pada kekasih saya tentang mengapa saya rela tidak lagi menggunakan mobil pribadi saya untuk pergi kekantor, teringat kembali bahwa saya melontarkan perkataan bahwa saya dengan mencoba menggunakan kendaraan umum saya mau membuktikan bahwa orang-orang yang tidak mampu memiliki mobil sendiri adalah orang-orang yang lebih peka dan lebih bermoral dibandingkan orang-orang kaya, saya lebih bisa menikmati hidup sehat jiwa bila berkumpul dengan mereka, saya akan muak dengan aturan-aturan dan kamuflase moral dari orang-orang yang lebih beruntung hidupnya. 

Terpukul rasanya bahwa ternyata dugaan saya salah, dan saya coba kemabli mengingat-ngingat kejadian selama 3 bulan saya menggunakan busway, mencari-cari apakah lebih banyak kejadian simpatik dibandingkan kejadian memuakan seperti yang baru saja terjadi didepan hidung saya. Yah saya menarik nafas berat, ternyata lebih banyak kejadian yang memuakkan yang terjadi. Lebih banyak wanita / manusia lanjut usia berdiri karena ego peria-peria tidak bermoral itu, belum lagi banyak wanita-wanita yang secara langsung maupun tidak langsung yang mengalami asusila di dalam kendaraan tersebut, lemas rasanya dengkul ini…… ternyata selama ini kesombongan saya pada kekasih saya terbukti 1-0 kemenangan ditangan kekasih saya… 

Setibanya dirumah saya buru-buru mandi dan menuju ke rumah kekasih saya, disana saya menceritakan kejadian dan semua pemikiran saya selam ini, malam itu saya marah, menghujat, berteriak dan menangis, merasa frustasi dan pesimis, apakah ini yang terjadi selama ini, penurunan nilai-nilai moral dan agama samapai pada titik terendah? Apakah tidak ada lagi di berbagai lapisan masyarakat
Indonesia yang bisa hidup dengan memikirkan dan peduli pada sekitarnya? Apakah setan kapitalis dengan hidup individualisme begitu merasuk dan terstruktur untuk membuat manusia
Indonesia tidak lagi mengerti sopan santun dan kewibawaan? Apakah nasionalis selain sudah pergi dari orang-orang yang mengaku para pejabat dan orang kaya sehingga saat ini sudah juga mulai meninggalkan lapisan basis paling bawah bangsa kita? Yah malam itu saya tumpahkan semua tangis dipelukan kekasih saya, dan pertanyaan terakhir saya yang hanya bisa dijawab kekasih saya dengan pelukannya yang lembut, “APAKAH KEHANCURAN MORAL DAN KEPEDULIAN SOSIAL BANGSA KITA AKAN TERUS BERLANGSUNG ATAU KAPAN KITA HARUS BERTERIAK SETOP KEHANCURAN……” 

Pesan moral : memang hal tersbut sangat sepele, namun akan menjadi sangat tidak sepele jika kita coba merenungkan kembali dan menilik sekitar kita serta tentunya diri kita, apakah selama ini yang ada dan terlihat bukan merupakan penurunan moral? Jika tidak maka abaikan hal ini dan terus menganggap hal ini sepele, jika iya maka mari bersama-sama dan secara konsisiten kita memulai dari diri sendiri, cobalah bersikap adil pada sekitar kita, cobalah bersikap baik dan manis pada sesame…., bangsa Indonesia ini membutuhkan sekali orang-orang seperti anda yang mau peka terhadap sesama.


Ditulis dalam Kritik sosial

9 Tahun tanpa kejelasan (suatu pemikiran bebas dan sederhana)

Mei 21, 2007
& Komentar

Hari ini minggu tanggal 20 Mei 2007, jam 11 malam lewat 45 menit, masih terlalu sore untuk aku merasakan istirahat, namun tidak terlalu tepat juga jika saat ini saya harus berkutat dengan pikiran-pikiran tidak menentu, yang mungkin sebagian besar orang akan mengatakan bahwa berpikir yang tidak ada guna, namun pikiran aku bukanlah seperti pikiran sebagian besar orang lain, pikiran ku adalah pikiran ku, dan pikiran ku saat ini tidaklah dapat diatur untuk berpikir yang lain, yah terlebih sore tadi aku baru saja menyaksikan kembali ulasan sebuah stasiun televisi suasta tentang sebuah kejadian 9 tahun lalu, yah reformasi ditandai dengan tewasnya 4 pahlawan reformasi dan ratusan korban kerusuhan mei, serta turunnya Suharto.

Sempat terpikir oleh ku, mungkin ini pula yang terpikir oleh orang kebanyakan, bahwa hal itu sudah seperti sebuah kejadian luar biasa yang terus akan diulang-ulang yang pada akhirnya mengkaburkan makna sebenarnya, yah tepatnya kejadian itu akan bernasib sama dengan filem pembunuhan para Jendral oleh Gerakan 30 September, yang akan kita dapat lihat ditiap tahun di bulan mei, sampai ke anak cucu kita atau setidaknya sampai bergantinya gelombang reformasi dengan gelombang baru yang entah namanya mungkin akan lebih revolusioner.

Tapi sekali lagi sayang, pikiran ku adalah pikiran ku, dan sekali lagi pikiran ku tidak bisa menerima kembali kejadian itu, bahkan tidak mungkin rasanya kalo harus menjadikan kejadian itu hanya sekedar memoria belaka yang akan dikenang dalam sebuah upacara bendera tahunan di bulan mei.

Bagaimana mungkin kita bisa hanya diam menyaksikan hal itu langsung di 9 tahun yang lalu, bagaimana mungkin kita tidak tergerak hati kita melihat ulasan-ulasan tiap tahun oleh televise-televisi, dimulai dari kekejaman militer yang pada saat itu sangat gagah perkasa menembaki mahasiswa, namun lenyap seperti tidak pernah ada militer pada saat beberapa hari kerusuhan terjadi di Jakarta, kekuasaan militer dan polisi saat itu sedang tidak terinspirasi oleh filem-filem action barat bukan, yang akan muncul setelah penjahatnya tertembak oleh sang jagoan? Atau pada saat itu bapak-bapak berseragam tidak sedang ketakutan bukan setelah sehari sebelumnya melakukan kesalahan menembaki mahasiswa?

Namun apa hendak dikata hal tersebut sudah terjadi, apa hendak dikata kalo ratusan manusia secara tidak sengaja terkunci dan terbakar dalam sebuah mall kecil, apa hendak dikata jika sebagian wanita waktu itu diperkosa (walaupun tidak diakui, karena bagaimana mungkin korban akan mengakuinya?), namun apa hendak dikata kalo pada saat itu bangsa kita berubah menjadi buas, sebuas harimau kelaparan selama 32 tahun, namun apa hendak dikata semua memang terjadi, itu mungkin yang akan ada dibenak kita semua saat ini jika mengingat masa lalu yang sangat gelap.

Betul, kali ini pikiran ku bisa diajak kompromi bahwa memang hendak dikata apa jika hal itu sudah terjadi, tapi pikiran dan hati ku kembali brontak mana kala melihat segelintir orang yang pada saat itu harusnya dapat berbuat dan bertindak namun tidak melakukannya (entah sengaja maupun tidak) dan saat ini berlomba-lomba membersihkan diri, bahkan banyak yang bercerita dengan sangat simpatik bahwa seakan-akan pada saat itu kejadian terjadi bukanlah mereka penyebabnya.

Sekali lagi betul, memang mungkin beliau-beliau yang lebih terhormat dari diriku ini bukanlah penyebabnya, tapi aku bukanlah anak kecil yang bisa ditenangkan hanya dengan mengatakan “bukan kami pelakunya”, “kami sudah perintahkan untuk menggunakan peluru karet”, “kami tidak pernah menginstruksikan hal seperti itu” dan sebagainya, tapi kami memiliki hati, memiliki pikiran “biar bagaimanapun kami ini warga masyarakat yang wajib diberi perlindungan, wajib diberi keamanan”, bagaimana mungkin seorang satpam ketika rumah majikannya dirampok, dan majikan nya tidak memecat satpam karena satpam beralasan bukan saya tuan yang merampok rumah ini….

Jika mereka yang pada saat itu berkuasa di negri ini merasa tidak bersalah atas penembakan mahasiswa, jika mereka tidak bersalah terhadap penjarahan atau pemerkosaan bahkan pembunuhan, atau sebagainya, yah setidaknya yang harus dituntut pada mereka adalah ketidak sanggupan atau keterbatasannya mengendalikan situasi/mengamankan/menentramkan dan/atau mensejahterakan bangsa ini, benar mereka harus menanggung itu, atau setidaknya maka mereka harusnya menerima hukuman moral, namun sekali lagi jika bangsa ini adalah benar bangsa yang mengerti malu, maka tidak akan membiarkan segelintir orang yang merasa tidak malu dengan kejadian itu.

Setujuhkah? Ataukah kali ini logika, hukum, dan kepatutan harus sekali lagi mengalah oleh politik? Anda, bangsa ini lah yang dapat menentukan.


Ditulis dalam Kritik sosial

Rampok yang Legal?

April 9, 2007
& Komentar

Hari ini aku mendapatkan surat kedua dari temanku yang sedang menuntut ilmu jauh di negri orang, dalam surat pertama ia menceritakan tentang kebobrokan manusia di negri yang banyak orang katakan indah, berbudaya dan ramah, dan untuk surat yang kedua ini entah apa yang akan ia ceritakan, yang pati aku sudah tidak sabar lagi untuk membuka dan segera membacanya. 

”Negri Indah, 4 April 2007 

Dear sahabat ku, Apa kabarmu? Bagaimana kesibukan dan pekerjaanmu? Jika tidak salah ingat temapat kerjamu bergerak dalam bidang pertambangan bukan? Bagaimana dengan perusahaanmu? Apakah perusahaan tambang tempat kamu bekerja tetap memperhatikan lingkungan dan alam sekitar? Hahahaaa…. kamu pasti bingung dan heran kenapa aku tiba-tiba bertanya tentang itu, dan kamu pasti sudah tidak sabar untuk memprotes dan memberikan beribu argumen yang membela perusahaan dimana kamu bekerja yang selalu memperhatikan dan menjaga lingkungan alam, sabar sahabatku, aku tahu bahwa perusahaan dimana kamu bekerja sangat-sangat memperhatikan alam, sangat menjaga dan tidaklah tamak berpikir hanya untuk mengambil keuntungan pribadi semata, namun kamu tahu, bahwa di negri ini, di negri tempat aku berada saat ini sangatlah jauh berbeda, kamu kali ini pasti menjadi heran dan bingung bukan? Baiklah akan aku ceritakan, ini terjadi di tahu lalu, ada sebuah perusahaan tambang yang sangat besar, dimana salah satu pemiliknya adalah seorang yang dibesarkan oleh uang dan kasih sayang jendral rakus penguasa negri ini di orde yang lalu, kita sebut saja pengusaha itu adalah Badrun, nah mungkin kamu kini tahu siapa yang sedang aku ceritakan? Yah betul Badrun & Brothers (BB), memang sangatlah terkebal corporasi itu, bahkan saat ini ia juga menjabat mentri sosial, luar biasakan? Bagaimana bisa itu terjadi? Aku rasa kita tidak perlu membahas itu, kita fokus pada hal yang sejak awal ingin aku ceritakan saja. Singkat cerita salah satu anak usaha dari BB mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola gas bumi di suatu loksai yang tidak terlalu jauh dari penduduk, bahkan tidak jauh dari salah satu kota besar yang terkenal di negri ini. Namun dalam upaya menggali konon tiba-tiba saja tanpa diduga terkena pada lapisan gas dan lumpur yang mengakibatkan keluarnya lumpur panas terus menerus dari lubang galian itu, kamu tahu apa yang terjadi dengan lumpur itu? Lumpur itu membanjiri seluruh wilayah di sekitar tempat itu, entah sudah tak terhitung beribu rumah terbanjiri oleh lumpurnya, segala upaya konon katanya telah dilakukan untuk menghentikannya, entah karena tenaga ahli-tenaga ahli disini yang bodoh atau bagaiamana sehingga semburan itu tidak bisa lagi dicegah atau dihentikan, dan yang teranehnya Pemerintah negri ini tidak sama sekali mengambil tindakan hukum kepada perusahaan itu, atau setidaknya adalah sanksi moral yang diberikan pada si Badrun sang mentri sosial yang mengakibatkan keterpurukan sosial masyarakat sekitar tambang itu, ironi bukan? Hanya di negri ini saja yang seorang mentri sosialnya demikian.  Hahahahaa… temanku kamu jangan tertawa terlebih dahulu, karena ini bukanlah suatu cerita humor ataupun lelucon, ini menyangkut nyawa hidup sekian ribu manusia yang hidup disekitar tempat itu, aku tidak tahu lagi berapa kerugian moral, materi yang diderita? Dan aku juga tidak tahu apakah ini akan menjadi petaka yang tidak ada akhirnya? Yang jelas sampai dengan saat ini tetap berlangsung. Kamu tahu rumah-rumah yang sudah tidak mungkin lagi bisa digunakan karena penuh terisi lumpur, tangisan si pemilik di penampungan-penampungan, hai bung ini bukan masa perang, mereka bukan sedang ditawan oleh tentara NAZI, mereka manusia merdeka, kenapa mereka harus kelaparan karena hanya memakan nasi bungkus dengan lauk yang jauh lebih sederhana dibanding lauk di Warteg, mereka tidak sedang hidup dalam jajahan sehingga anak-anak mereka tidak bisa sekolah, dan satu yang terpenting mereka tidak pernah sedikitpun memakan dan menikmati uang dari B&B namun kenapa mereka harus menanggung dosa perbuatan Badrun, mengapa mereka harus membayar kesalahan hidup hedonis keluarga Badrun, kenapa mereka yang membayarnya dengan harta mereka yang Cuma segitu, sedangkan mereka tidak pernah sekalipun naik mobil mewah si Badrun, bahkan mereka tidak pernah sekalipun mencium aroma wangi parfum mahal wanita-wanita yang hidup dalam lingakaran kemewahan anak-anak Badrun. Ironi, sekali lagi ironi. Mungkin secara teknis dunia pertambangan aku tidak bisa berkomentar banyak, karena aku tahu kamu pasti lebih tahu dan ahli dalam hal itu, namun aku ingin sedikit melontarkan protes, teriakan ketidak terimaan aku dengan kondisi ini kepadamu, setidaknya biar aku sesikit puas, puas karena aku bisa mengeluarkan semua kepenatan yang menumpuk ruah dalam otak dan hati ku terhadap pemerintah negri ini, kamu tahu? Selama sekian puluh tahun aku hidup, sebanyak buku sejarah bangsa-bangsa yang aku baca, sebanyak apapun berita-berita yang aku dengar, baru kali ini aku mendapatkan kenyataan pahit, kenyataan sebuah pemerintah membiarkan segelintir orang menyengsarakan rakyatnya, membiarkan sekelompok perompak dengan bendera B&B merampok kekayaan, masa depan, kehidupan rakyat banyak, bahkan seakan-akan menjadikan ini sebagai musibah alam yang tidak bisa lagi diupayakan sehingga harus dibiarkan, sempat muncul spekulasi berpikir jangan-jangan pemerintah itu merupakan bagian atau pemerintah itu turut mengecapnya? Namun kali ini tanpa kau minta aku telah membuang jauh-jauh prasangka buruk ku terhadap pemerintah negri ini. Jika sebuah pemerintahan tidak lagi dapat melindungi rakyatnya dari kemunafikan dan penindasan, dan jika sebuah pemerintah tidak lagi mampu menahan segala upaya kejahatan terhadap rakyatnya, dan jika sebuah pemerintah tidak dapat membahagiakan serta membiarkan rakyatnya hidup sejahtera, maka apa lagi yang bisa diharapkan dari pemerintah seperti itu?   Temanku diakhir surat ini aku mau mengatakan pada mu betapa ngerinya hidup di negri ini, kamu lihat sendiri bahwa sebuah kejahatan besar, perampokan terang-terangan dan penindasan hak asasi manusia terhadap beribu rakyat bangsa ini telah dibiarkan oleh pemerintahnya, telah dianggap sebagai hal lumrah tanpa ada tindakan tegas, tanpa ada sanksi, bahkan tidak juga untuk sanksi moral, kamu bayangkan jika perampokan, kejahatan, pemerkosaan, pelecehan, penindasan, diskriminasi, pembunuhan dan lain-lain hanya terjadi pada ku, pada 1 orang, pada 1 orang yang bukan siapa-siapa, bukan juga mewakili siapa-siapa, apa yang bisa kita perbuat? Pada siapa kita memohon keadilan? Pada siapa kita akan meminta pertolongan/perlindungan? apakah hal ini tidak mengerikan? Setujukan kamu dengan apa yang aku katakan?  Temanku, lega rasanya aku dapat bercerita hal ini padamu, yang ada saat ini aku hanya bertekat sesegera mungkin menyelesaikan tugas ku dinegri ini, dan sesegera mungkin kembali pada Indonesia-ku, Bangsa besar, tanah air ku, negara yang selalu melindungi mencintai dan dicintai oleh ku. Peluk cium dari temanmu” 

Setelah membaca surat ini aku kembali tertegun dan berpikir keras, kenapa dia selalu menulis surat dan menceritakan kejadian-kejadian dan hal-hal mengerikan yang juga terjadi di sini? Dan kenapa aku selalu merasa sedang disindir olehnya jika membaca surat itu, seakan-akan temanku itu sedang berada dekat, berada di Indonesia ini? Kebetulankah? Aku terus berpikir hingga otakku lelah, dan tidak hanya itu badankupun sudah mulai mengikuti kelelahannya hingga aku tertidur, bermimpi tentang Indonesia, tentang negara yang makmur, yang sejahtera, yang selalu menyenangkan rakyatnya, membela rakyatnya, mengutamakan kesejahteraan rakyatnya, tidak ada lagi kekerasan, tidak ada diskriminasi, bahkan pemerintah yang biasanya diletakkan ditingkat paling agung, kali ini berada dalam tingkat yang terendah yang siap membantu dan melaksanakan setiap amanah rakyatnya, ideal….  semoga bukan ideal yang sekedar angan dan cita-cita…..


Ditulis dalam Kritik sosial

MAO TSE-TUNG (1893-1976)

Maret 13, 2007
1 Komentar

mao4.jpgMao Tse-Tung memimpin partai Komunis ke puncak kekuasaan di Cina, dan dalam jangka masa dua puluh tujuh tahun sesudah memegang kendali pimpinan, perubahan-perubahan menakjubkan dan berjangka jauh terjadilah dalam sejarah suatu bangsa yang begitu besar jumlahnya.

Mao Tse-Tung dilahirkan tahun 1893 di desa Shao-shan di propinsi Hunan, Cina. Ayahnya petani agak berada. Di tahun 1911 tatkala Mao masih mahasiswa usia sembilan belas tahun, revolusi pecah memporakporandakan dinasti Ch’ing yang memang sudah melapuk dan brengsek, padahal dinasti ini memerintah Cina sejak abad ke-17. Hanya dalam tempo beberapa bulan saja pemerintahan kaisar sudah terhalau dan terjungkir, dan Cina diproklamirkan sebagai sebuah republik. Malangnya, pemimpin-pemimpin revolusi tidak mampu mendirikan suatu pemerintahan yang kompak dan stabil dan revolusi ditandai oleh keresahan dan perang saudara dalam jangka waktu lama, boleh dibilang berlangsung hingga tahun 1949.

Selaku remaja muda usia, Mao secara pasti menempuh paham kiri dalam pandangan politiknya dan pada tahun 1920 dia betul-betul sudah jadi Marxis tulen. Di tahun 1921 dia merupakan salah seorang dari dua belas pendiri partai Komunis Cina. Tetapi peningkatannya menuju puncak tertinggi kepemimpinan partai berjalan lambat, sehingga baru di tahun 1935 dia menjadi ketua partai.

Sementara itu, secara keseluruhan pun partai Komunis Cina jalannya merangkak, berliku-liku, terguncang-guncang dalam usahanya memegang kekuasaan. Partai menderita banyak kemunduran di tahun 1927 dan tahun 1934, tetapi bagaimanapun dia mampu bertahan dan hidup terus. Sesudah tahun 1935, di bawah kepemimpinan Mao, kekuatan partai secara mantap meningkat dan berkembang terus. Di tahun 1947, partai Komunis Cina sudah siap tempur menumbangkan pemerintahan partai Nasionalis pimpinan Chiang Kai-Shek. Di tahun 1949, pasukannya merebut kemenangan gilang-gemilang dan partai Komunis menguasai mutlak seluruh daratan Cina.

Cina pada saat Mao selaku pemimpin partai Komunis memegang tampuk pemerintahan sesudah melalui pertempuran sengit selama tiga puluh delapan tahun, hampir sebuah Cina yang sudah tercabik-cabik, compang-camping, miskin papa dan tradisional dan terbelakang dan buta huruf, sehingga tampaknya karier gelap membayangi Mao dengan pelbagai rupa rintangan dan jalan akhir yang buntu.

Tetapi, kenyataan berlawanan dengan itu, karena berkat pengaruhnya yang luar biasa besar pada massa, kesemua kekurangan itu bukannya akhir melainkan justru awal dari karier kepemimpinannya, karena pada saat wafatnya tahun 1976 praktis Mao sudah merombak total seluruh Cina. Salah satu segi perombakan secara umum adalah modernisasi negeri, khususnya industrialisasi, peningkatan taraf pendidikan yang luar biasa cepat serta perbaikan tingkat kesehatan rakyat yang menggemparkan. Perubahan-perubahan ini, betapapun pentingnya, bukanlah menjadi alasan utama menempatkan Mao dalam urutan daftar buku ini karena negeri-negeri lain pun dalam saat yang berbarengan melakukan hal serupa.

Segi keberhasilan lainnya oleh Cina di bawah Mao adalah perubahan sistem ekonominya dari sistem kapitalis ke sistem sosialis. Secara politik, sudah barang tentu penggarapan ini dilaksanakan lewat cara-cara totaliter yang keras. Tetapi perlu diingat, lewat indoktrinasi dan penataran yang intensif dan tak kenal lelah, Mao berhasil bukan saja menggerakkan suatu revolusi ekonomi dan politik tetapi juga revolusi sosial. Hanya dalam tempo seperempat abad telah dapat dilakukan perombakan dalam hal kesetiaan terhadap kefamilian yang sempit menjadi kesetiaan terhadap bangsa secara keseluruhan. Perombakan ini mempunyai makna yang teramat penting mengingat sepanjang sejarah sistem kesetiaan dan ikatan kefamilian di Cina teramatlah kokohnya. Lebih dari itu, pemerintah Cina melancarkan propaganda gigih memerangi ideologi Kong Hu-Cu dan tampaknya usaha ini mencapai sasarannya.

Tentu saja, bukan Mao seorang yang menentukan garis politik pemerintah di bawah partai Komunis. Mao tidak pernah memegang peranan seorang diri seperti halnya dilakukan oleh Stalin di Uni Soviet. Tetapi, memang benar Mao merupakan tokoh jauh lebih penting dari siapa pun dalam pemerintahan di Cina hingga akhir hayatnya tahun 1976.

Salah satu proyek yang tak syak lagi merupakan tanggung jawab utama Mao ialah apa yang terkenal dengan sebutan “Lompatan jauh ke depan” di akhir tahun 50-an. Banyak peninjau beranggapan bahwa proyek itu, termasuk penitikberatan pada metode pengintensifan produksi dengan penggunaan tenaga manusia, termasuk dalam skala kecil dalam bentuk komune pertanian, sebagai suatu proyek yang gagal. (Dalam banyak kejadian malah tidak digubris). Proyek lain yang peroleh dukungan Mao, dengan risiko dapat tantangan dari banyak pemimpin-pemimpin Cina lain, adalah “Revolusi besar kebudayaan proletar” di akhir tahun 1960an. Ini merupakan pertentangan tajam, dalam beberapa hal nyaris mirip dengan perang saudara antara Mao dan pendukungnya di satu pihak dengan golongan kepala batu partai Komunis yang birokrasi di lain pihak.

Menarik untuk dicatat, Mao sudah berusia di pertengahan umur enam puluhan tatkala garis politik “Lompatan jauh ke depan” dilancarkan dan berumur lewat tujuh puluhan ketika “Revolusi kebudayaan” digerakkan. Dan pada waktu langkah pendekatan dengan Amerika Serikat terjadi, dia sudah berumur hampir delapan puluh tahun.

Mulanya Mao berpegang pada pendapat, kaum buruh industri di kota-kota merupakan basis terkuat penyokong partai Komunis. Ini sejalan dengan teori Marx. Tetapi, sekitar tahun 1952 Mao berkesimpulan –paling sedikit di Cina– sokoguru partai berasal dari kaum tani, bukan buruh. Anggapan ini ada dasarnya, karena selama pertempuran panjang dan sengit dengan rejim Nasionalis, Mao selalu berada di daerah pedesaan. Gagasan ini diterapkan tatkala dia menjadi kepala negara. Misalnya, apabila tatkala Stalin berkuasa di Rusia umumnya pembangunan dititikberatkan pada sektor produksi industri, Mao umumnya menarik perhatian lebih besar pada pembangunan sektor pertanian dan pedesaan. Meski begitu, pembangunan industri Cina di bawah Mao maju dengan pesatnya.

Bukan suatu yang mudah menilai arti penting yang berjangka panjang dari seorang tokoh politik yang sejaman. Memperhitungkan dalam urutan keberapa Mao harus muncul dalam daftar buku ini, tak bisa kita mesti membikin perbandingan dengan tokoh-tokoh penting lainnya. Mao Tse Tung mendapat tempat dalam daftar urutan diatas George Washington, karena perombakan-perombakan didalam negeri yang menjadi tanggung jawab perbuatan Mao jauh lebih fundamental ketimbang apa yang telah diperbuat oleh George Washington. Mao juga dapat tempat lebih atas ketimbang Napoleon, Hitler dan Alexander Yang Agung disebabkan pengaruh jangka panjang yang melekat pada dirinya, dan ini jelas lebih besar dari yang dipunyai mereka yang disebut lebih dulu.

Perbandingan nyata lain adalah antara Mao dan Lenin. Mao memerintah dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada Lenin, lagipula didalam negeri yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak. (Kenyataan memang menunjukkan, masa berkuasanya Mao melebihi jangka waktu penguasa mana pun dalam sejarah!) Tetapi, Lenin mendahului Mao dan memancarkan pengaruh kuat terhadap Mao, dan dengan jalan mendirikan Komunisme di Rusia berarti dia mempersiapkan dan membuka jalan bagi pembentukan Komunis berikutnya di Cina.

Orang yang karya usahanya hampir dapat disejajarkan dengan Mao adalah Shih Huang Ti. Kedua-duanya orang Cina dan keduanya arsitek perombakan-perombakan besar untuk negerinya. Shih Huang Ti dapat tempat lebih atas dalam urutan buku ini karena kita tahu pengaruhnya berlangsung selama tidak kurang dari dua puluh dua abad. Meskipun perubahan-perubahan yang dilaksanakan Mao besar kemungkinan lebih penting dan lebih mendasar, tetapi kita belum tahu pasti sampai berapa lama pengaruhnya bisa bertahan.

——————————————————————————–
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978


Ditulis dalam Tokoh Berpengaruh
Halaman Berikutnya »

    RUPA-RUPA

    ERRY C. LOEKSONO

    loeksono day

    Februari 2010
    S S R K J S M
    « Nov    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728

    Blog Stats

    • 7,499 hits