Mencoba Mengambil Kesimpulan

Bahwa moral bangsa kita mencemaskan?? | Mei 28th 2007

 Malam itu seperti biasa saya pulang dari kantor menuju rumah dengan menggunakan busway, dengan tenaga dan semangat yang hamper-hampir tidak ada saya memaksakan diri untuk terus berjalan menuju halte busway dekat kantor, setelah kurang lebih 20 menit menunggu saya akhirnya mendapatkan ruang untuk bisa naik kedalam bus tersebut, sempit memang dengan sedikit menabrak kanan dan kiri akhirnya sampailah saya dalam posisi terjepit diantara penumpang bus, disebelah kanan saya ada seorang laki-laki yah mungkin sekitar usia 37 tahun, dan samping kanan saya adalah wanita seusia dengan menggunakan jilbab, posisi kami berdiri berjejer bergantungan persis seperti mahluk yang hidup menggelanyut dari pohon ke pohon yang lain, di depan kami berjejer yang kebetulan para wanita yang mendapatkan tempat duduk. 

setelah sekian lama bus berjalan sampai pada akhirnya berhenti di sebuah pemberhentian, dan satu orang wanita yang semula duduk dihadapan kami berdiri dengan maksud turun dihalte tersebut, namun dengan sangat tiba-tiba belum sempat wanita itu berdiri sempurn, pria yang semula berdiri disisi kanan saya sudah menaruhkan hampir seperempat tubuhnya di atas kursi sang wanita, saat itupula kontan saya menepuk pundak sang pria (entah setan dari mana yang bisa membuat saya berani untuk melakukan itu, karena biasanya saya tidak terlalu mau mencampuri urusan orang lain) dan mengatakan “mas berikan saja kursi itu untuk embak yang disisi kiri saya”, karena saya perhatikan jika bergelantungan seperti saya tidaklah akan nyaman bagi kebanyakan wanita, namun sekali lagi seperti petir menyengat dan mematikan saya secara berdiri, pria itu tidak perduli dan tetap duduk serta memberikan pandangan, mengancam dan marah pada diri saya. 

Pada saat itu pula sontak saya hanya bisa diam, dan sesaat otak saya tidak bisa berpikir apa-apa, yang ada hanya adrenalin saya yang terpacu, nafsu untuk marah, nafsu untuk berteriak, nafsu untuk menangis, sesaat kemudian saya teringat kembali kejadian 3 bulan lalu, dimana pada saat itu saya dengan sombongnya memberikan alasan pada kekasih saya tentang mengapa saya rela tidak lagi menggunakan mobil pribadi saya untuk pergi kekantor, teringat kembali bahwa saya melontarkan perkataan bahwa saya dengan mencoba menggunakan kendaraan umum saya mau membuktikan bahwa orang-orang yang tidak mampu memiliki mobil sendiri adalah orang-orang yang lebih peka dan lebih bermoral dibandingkan orang-orang kaya, saya lebih bisa menikmati hidup sehat jiwa bila berkumpul dengan mereka, saya akan muak dengan aturan-aturan dan kamuflase moral dari orang-orang yang lebih beruntung hidupnya. 

Terpukul rasanya bahwa ternyata dugaan saya salah, dan saya coba kemabli mengingat-ngingat kejadian selama 3 bulan saya menggunakan busway, mencari-cari apakah lebih banyak kejadian simpatik dibandingkan kejadian memuakan seperti yang baru saja terjadi didepan hidung saya. Yah saya menarik nafas berat, ternyata lebih banyak kejadian yang memuakkan yang terjadi. Lebih banyak wanita / manusia lanjut usia berdiri karena ego peria-peria tidak bermoral itu, belum lagi banyak wanita-wanita yang secara langsung maupun tidak langsung yang mengalami asusila di dalam kendaraan tersebut, lemas rasanya dengkul ini…… ternyata selama ini kesombongan saya pada kekasih saya terbukti 1-0 kemenangan ditangan kekasih saya… 

Setibanya dirumah saya buru-buru mandi dan menuju ke rumah kekasih saya, disana saya menceritakan kejadian dan semua pemikiran saya selam ini, malam itu saya marah, menghujat, berteriak dan menangis, merasa frustasi dan pesimis, apakah ini yang terjadi selama ini, penurunan nilai-nilai moral dan agama samapai pada titik terendah? Apakah tidak ada lagi di berbagai lapisan masyarakat
Indonesia yang bisa hidup dengan memikirkan dan peduli pada sekitarnya? Apakah setan kapitalis dengan hidup individualisme begitu merasuk dan terstruktur untuk membuat manusia
Indonesia tidak lagi mengerti sopan santun dan kewibawaan? Apakah nasionalis selain sudah pergi dari orang-orang yang mengaku para pejabat dan orang kaya sehingga saat ini sudah juga mulai meninggalkan lapisan basis paling bawah bangsa kita? Yah malam itu saya tumpahkan semua tangis dipelukan kekasih saya, dan pertanyaan terakhir saya yang hanya bisa dijawab kekasih saya dengan pelukannya yang lembut, “APAKAH KEHANCURAN MORAL DAN KEPEDULIAN SOSIAL BANGSA KITA AKAN TERUS BERLANGSUNG ATAU KAPAN KITA HARUS BERTERIAK SETOP KEHANCURAN……” 

Pesan moral : memang hal tersbut sangat sepele, namun akan menjadi sangat tidak sepele jika kita coba merenungkan kembali dan menilik sekitar kita serta tentunya diri kita, apakah selama ini yang ada dan terlihat bukan merupakan penurunan moral? Jika tidak maka abaikan hal ini dan terus menganggap hal ini sepele, jika iya maka mari bersama-sama dan secara konsisiten kita memulai dari diri sendiri, cobalah bersikap adil pada sekitar kita, cobalah bersikap baik dan manis pada sesame…., bangsa Indonesia ini membutuhkan sekali orang-orang seperti anda yang mau peka terhadap sesama.


Posted in Kritik sosial

1 Komentar »

  1. LOL.. baguslah.. ada 1 pria yg (setidaknya) sadar akan hal tsb.. betul, betul gila banyak bgt harrasment dlm public facility, erry mending ya, jadi cowok jd nggak ngerasain (gue sampe BOSEN) : (
    btw.. gue juga pernah tuh, sama temen (co) dr kampus ke jelambar ada 1 tempat trz dgn cuek bebek dan pede jayanya dia langsung duduk. HAHA! gue nahan tawa sampe gue turun di daerah CL.. Tapi, dilain kesempatan gue sama bestfriend pulang ke arah blok M, transjakarta penuh, dan kebetulan ada 1 tmp bestfriend gue suruh gue aja yg duduk duluan. Eh mendadak bule disebelah gue berdiri dan malah ngasih tempat duduknya buat bestfriend! Lucu yah.. moral bangsa kita… : )
    btw, Erry sering naik bis kota?
    Disana malah org2/pria2nya kebanyakan lebih baik ngasih tempat duduk (yg om2nya). Tp kenek dan mas2nya sih lebih banyak ’sibuk’ nyopet dan melakukan pecehan seksual.
    Well..

    Komentar oleh Yessica Elizabeth — Juli 10, 2007 @ 5:57 am


Ada yang ingin disampaikan?RSS Komentar URI Lacak Balik

    RUPA-RUPA

    ERRY C. LOEKSONO

    loeksono day

    Mei 2007
    S S R K J S M
    « Apr   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  

    Blog Stats

    • 6,872 hits