Mencoba Mengambil Kesimpulan

Tulisan Terbaik Bulan Ini

Today we begin to understand what love must be.
When we are parted, we each feel the lack of the other half of ourselves.
We are incomplete like a book in two volumes of which the first has been lost.
 
That is what we imagine love to be: incompleteness in absence.

Posted in sastra

soulmate

Ketika engkau datang
Mengapa di saat ku
Tak mungkin menggapaimu

Meskipun tlah kau semaikan cinta
Dibalik senyuman indah
Kau jadikan seakan nyata
Seolah kau belahan jiwa

Meskipun tak mungkin lagi
Tuk menjadi pasanganku
Namun ku yakini cinta
Kau kekasih hati

Terkadang pintu surga
Sukar dimengerti
Semua ini kita terlambat

by Kahitna


Posted in sastra

ANAK

Anakku, amanat anugerah anjuri semesta

Berkah teristimewa laksana pijar bianglala

Aneka angan andai antah berantah

Taburi teguh kalbu mahagurui tabiat

Binari bibit ayomi kultur pekerti

Teguklah, rengkuhlah seisi nirwana

Asabat hijrah, alam rahim – alam dunia – alam kubur – alam keabadian

Kudus anakku…. Molek anakku… Ku lepaskan anakku kembali…..

(by : Devieta)


Posted in sastra

Babat Berandal

 Aku bentuk jiwa raga lepas dari belenggu

Belit ragu enggan bergas benturi dinding fikir

Berang berandal kunjungi Kubergidik

Tepis binalku binasakan, bimbingi sejuk raga

Bineka halusinasi bodohi sukma

Membredel buai bual sang berandal

Kerahkan penjuru daya cagari nista

Kuterdakwa…..,  Kumerdeka….., Kini  aku Dahaga….

(by : devieta)


Posted in sastra

D A M A I

Pilar kalbu berpihak runtuhkan kelu pilu

Perciki kuntum- kuntum panjati bianglala nirwana

Noktah nisbi niskala nujum niscaya

Nazarku usai nestapa gusuri neka-neka

Damba berangasi tutur, tunggangi ASA

Simbahi kalbu gagahi nurani

Rumbu rudu risiki rangsangi romansa kujur

Dermawan puja-puji dangkali deruji ego

Damai……, dampingi aku…, dekapi aku….

(by : Devieta L., thk’s ya)


Posted in sastra

Benarkah CINTA sama dengan Burung yang terbang??

Hari ini hari selasa, mau pulang kerumah cuma lagi males, kerjaan numpuk pun malas untuk menyelesaikannya… hehehee

seperti biasa dari pada ga ada yang dikerjakan lebih baik berkutat dengan pikiran..

Aku lagi teringat perkataan seseorang yang cukup tua, diusianya yang renta ia pernah bercerita tentang CiNtA… cinta antara peria dan wanita… cinta antara suami dan istri, cukup mengejutkan dan membuat saya tersentak namun sekaligus membuatku terus berpikir tentang hal itu

Menurutnya percintaan antara peria dan wanita, suami dan istri adalah seperti burung dilangit, sepanjang hari mereka berterbangan hilir mudik ke arah manapun, lalu pada saat senja datang burung peria dan burung wanita hinggap di satu dahan yang sama pada sebuah pohon yang rindang, menghabiskan malam berdua, menikmati detik2 yang berlalu berdua…

Lalu pagi harinya fajar mulai menyingsing kemudian lekas2lah si burung jantan terbang meninggalkan dahan ke arah barat dan si burung betina terbang ke arah timur, entah kemana tujuan mereka, yang pasti saling meninggalkan dan pergi sejauh-jauhnya

Seketika itu saya spontan bertanya, apakah nanti malam mereka akan bertemu kembali dalam satu dahan pohon? dia menjawab dengan senyum, sambil berlalu dia berkata, “apakah mereka akan bertemu kembali? tidak akan ada yang tahu….”

Tinggallah aku yang duduk termenung mendengar jawaban itu…

apa kiranya gerangan maksud dari ini semua? apakah ada maksud tersembunyi didalamnya? atau memang benarkah semua itu?

Ada yang berpendapat, setidaknya pendapat inilah yang paling dapat diterima dalam lubang otak ku yang kecil, yaitu : segala sesuatu tidak ada yang abadi, termasuk cinta seorang peria dan wanita, janganlah kita memikirkan itu sehingga itu menjadi pelekatan bagi kita, semua nya ada saat datang ada saat kembali…

Semoga makna cinta seperti demikian… walaupun sampai dengan saat ini aku masih belum dapat menemukannya sendiri, bahkan hanya untuk sekedar bisa menerima pendapat si orang tua itu…

gimana pendapat teman-teman?


Posted in FILSAFAT, sastra

Si Dungu Kira tidak dungu

si dungu awalnya bukanlah dungu sampai akhirnya si dungu benar-benar menjadi dungu setidaknya begitulah yang teman-temannya katakan.

si dungu menjadi benar-benar dungu ketika ia jatuh dalam semangat badaniah si dungu menjadi berlipat-lipat dungunya ketika ia tidak dapat berpikir bening setelahnya

si dungu kini hanya bisa mengutuki kedunguannya…. sambil berharap dungunya berubah menjadi sinar biru…

apakah harapan si dungu itu benar-benar dungu?


Posted in sastra

MaNuSiA SuPeR

lelah rasanya aku berjalan

berjalan dari sisi paling kanan hidupku

menuju paling kiri

tak tau apa yang harus dicari

namun aku ini Manusia super

aku tidak boleh Lelah

aku harus Menemukan

aku tidak peduli walaupun kiriku tidak
berujung

hai… Kau jangan hanya tersenyum…

hai… Kau bukankah ini ulah mu dengan
membuat aku super?

hai… jangan salahkan aku kalau suatu
saat aku muak pada MU

karena sejujurnya aku sudah mulai lelah
dengan semua ironi ini, ironi dari Mu…

Haruskah aku kembali, kembali ke kanan
terbuai dengan kesuperan aku yang Kau
berikan?


Posted in FILSAFAT, sastra
Halaman Berikutnya »

    RUPA-RUPA

    ERRY C. LOEKSONO

    loeksono day

    November 2009
    S S R K J S M
    « Nov    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  

    Blog Stats

    • 6,872 hits